AirNav Raih Hasil Pertama Melon Hidroponik dari Petani Binaan di Boyolali: Sukses Strategi Pembinaan

Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh AirNav Indonesia telah menunjukkan bukti nyata keberhasilannya. Proyek pertanian modern ini, yang dijalankan di Desa Guklowajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berhasil meraih panen pertama dengan hasil yang cukup memuaskan.
Keberhasilan Panen Melon Hidroponik di Boyolali
“Syukur Alhamdulillah, dari lahan seluas 250 meter persegi, kami berhasil memanen melon hidroponik dengan berat total mencapai 1,5 ton. Ini adalah kabar gembira yang menunjukkan bahwa metode yang kami terapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan hasil yang lebih besar,” ungkap Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia, Azizatun Azhimah, dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Selasa, 10 Maret 2026.
Menurut Azizatun, para petani yang terlibat dalam program ini adalah mitra binaan AirNav Indonesia yang direkrut melalui Program TJSL. Sistem hidroponik yang digunakan menjadi solusi yang tepat untuk mengelola pertanian di tengah keterbatasan lahan, dengan hasil yang tetap optimal.
Komitmen AirNav Indonesia dalam Pemberdayaan Masyarakat
AirNav Indonesia berkomitmen untuk mendukung kelompok tani dan mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, perusahaan juga berupaya untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Program ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan model pertanian yang lebih modern, terukur, dan bernilai ekonomi kepada masyarakat desa. Dengan lahan yang terbatas dan 740 bibit melon sebagai modal awal, proses budidaya berhasil menghasilkan sekitar 650 buah melon dengan berat total sekitar 1,5 ton.
“Hasilnya sangat luar biasa,” kata Azizatun.
Pemanfaatan Hasil Panen
Sebagian dari hasil panen ini disalurkan kepada masyarakat, sementara sebagian lagi dijual untuk mendukung pembelian bibit guna menjaga keberlanjutan program ini. “Hari ini bukan hanya tentang panen, tetapi juga simbol dari kerja keras, pembelajaran, dan kolaborasi yang telah dibangun antara AirNav Indonesia, petani binaan, dan masyarakat sekitar,” lanjut Azizatun.
Peningkatan Produktivitas Desa Melalui Inovasi Pertanian
Dengan proyek ini, AirNav Indonesia berusaha menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat dikelola dengan cara yang lebih modern dan inovatif. Ini dapat membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan produktivitas desa.
Melon dipilih sebagai komoditas karena memiliki nilai ekonomi yang baik dan potensial untuk dikembangkan secara lokal. Dengan pendekatan teknologi dan pendampingan yang tepat, komoditas bernilai tinggi ini dapat diakses dengan mudah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani binaan, tetapi juga membawa nilai ekonomi baru bagi desa dan memperluas akses masyarakat terhadap hasil pertanian yang berkualitas.
Nilai Berbagi di Bulan Suci Ramadan
Pelaksanaan panen pertama ini memiliki makna yang lebih dalam karena dilakukan di bulan suci Ramadan. Ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai berbagi, rasa peduli sosial, dan manfaat bagi sesama.
“Kami berharap apa yang kita tanam bersama melalui program ini tidak hanya menghasilkan panen dalam bentuk buah melon. Tetapi juga menumbuhkan harapan baru, semangat kemandirian, dan keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat desa,” pungkas Azizatun.

