Bupati Bener Meriah Bertemu Direktur Eksekutif SCOPI untuk Bahas Pemulihan Kopi

Dalam upaya mempercepat pemulihan sektor kopi yang terdampak bencana hidrometeorologi, Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, melakukan audiensi dengan Ade Aryani, Direktur Eksekutif Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) di Pendopo Bupati pada Senin, 14 April 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis yang diperlukan dalam rangka pemulihan kopi di daerah tersebut.
Kolaborasi untuk Pemulihan Sektor Kopi
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Tagore didampingi oleh Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. H. Armia, serta sejumlah pejabat penting lainnya, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, dan Kabid Bina Program Dinas Pertanian dan Pangan, Ida Mutiarsih. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menangani masalah yang dihadapi sektor kopi.
Agenda Penting SCOPI
SCOPI menetapkan tiga agenda utama untuk mendukung pemulihan sektor kopi di Bener Meriah. Pertama, mereka akan melakukan pengumpulan data dan berbagi temuan untuk memperoleh perspektif yang komprehensif dari Pemerintah Daerah dan mitra SCOPI mengenai dampak bencana terhadap petani, kebun, dan rantai pasok kopi. Informasi ini akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana pemulihan jangka panjang.
- Pengumpulan data dan analisis dampak bencana
- Kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal
- Pemantauan dan evaluasi program Coffee Master Trainer Upgrade
- Rehabilitasi kebun kopi
- Penguatan rantai nilai kopi
Kedua, SCOPI akan mengeksplorasi peluang kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, anggota, dan mitra lainnya dalam program pemulihan. Ini termasuk dukungan untuk rehabilitasi kebun kopi serta keberlanjutan rantai nilai kopi agar dapat pulih dengan cepat dan efisien.
Monitoring dan Evaluasi Program
Agenda ketiga adalah melakukan monitoring dan evaluasi bersama atas pelaksanaan Program Coffee Master Trainer Upgrade (Coffee MUG). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program tetap berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan untuk mengidentifikasi penyesuaian yang diperlukan pasca-disrupsi akibat bencana.
Pentingnya Sektor Kopi bagi Ekonomi Bener Meriah
Bupati Tagore Abubakar menegaskan bahwa sektor kopi merupakan tulang punggung perekonomian di Bener Meriah dan berpengaruh terhadap kehidupan ribuan petani. Oleh karena itu, pemerintah daerah sangat menyambut baik dukungan dari SCOPI dalam upaya pemulihan pascabencana. “Kami siap berkolaborasi secara konkret. Rehabilitasi kebun, pendampingan petani, dan penguatan rantai nilai kopi harus segera kita akselerasi agar petani bisa bangkit lebih cepat dan tangguh,” ujar Bupati Tagore dengan tegas.
Komitmen SCOPI untuk Pemulihan
Direktur Eksekutif SCOPI, Ade Aryani, yang hadir bersama Koordinator Program Ilham B.W. dan staf program lainnya, mengungkapkan apresiasinya terhadap keterbukaan Pemkab Bener Meriah untuk menjalin sinergi. Ia menekankan bahwa SCOPI berkomitmen untuk mendampingi proses pemulihan sektor kopi dari hulu ke hilir di Bener Meriah, memastikan bahwa semua langkah yang diambil relevan dan efektif untuk menjamin keberlanjutan produksi kopi.
Strategi Keberlanjutan Kopi Gayo
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis antara Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan SCOPI. Dengan sinergi yang baik, diharapkan keberlanjutan kopi Gayo sebagai komoditas unggulan daerah dapat terjaga dan terus berkembang. Sektor kopi tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi petani, tetapi juga memiliki dampak yang luas terhadap perekonomian lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi yang terjalin antara pemangku kepentingan ini merupakan langkah signifikan dalam memastikan bahwa pemulihan kopi tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga membawa perubahan yang positif dan berkelanjutan. Melalui berbagai inisiatif yang direncanakan, diharapkan petani kopi di Bener Meriah dapat kembali bangkit dan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Peluang dan Tantangan dalam Pemulihan
Dalam proses pemulihan, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi, termasuk:
- Pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana
- Penyediaan akses terhadap sumber daya dan finansial bagi petani
- Peningkatan kapasitas petani dalam mengelola kebun secara berkelanjutan
- Pemberdayaan komunitas dalam proses rehabilitasi
- Pengembangan pasar untuk produk kopi pascabencana
Dengan memahami tantangan-tantangan ini, semua pihak dapat lebih siap dalam merancang strategi yang efektif untuk pemulihan kopi. Pendekatan yang inklusif dan kolaboratif akan sangat penting dalam memastikan bahwa pemulihan ini tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.
Kesimpulan dan Harapan
Melalui audiensi yang berlangsung, terlihat jelas komitmen kuat dari Bupati Bener Meriah dan SCOPI untuk bersama-sama menyusun langkah-langkah strategis guna pemulihan kopi. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Bener Meriah diharapkan dapat menjadikan sektor kopi sebagai pilar utama perekonomian yang lebih tangguh dan berkelanjutan di masa depan.
Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Bener Meriah akan segera pulih dan kembali menjadi salah satu produsen kopi terbaik di Indonesia, memberikan manfaat tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi seluruh masyarakat dan ekonomi daerah.